Cerdas Menggunakan Obat

Di masyarakat seringkali dijumpai berbagai masalah dalam penggunaan obat, misalnya penggunaan obat bebas secara tidak tepat dan kurangnya pemahaman tentang cara menggunakan, menyimpan dan membuang obat dengan benar. Masalah lainnya adalah penggunaan antibiotik yang tidak tepat di masyarakat. Hal ini disebabkan masih kurangnya pemahaman masyarakat dan perilaku yang salah dalam penggunaan obat.

Penggunaan obat bebas (OTC) tanpa pengetahuan dan informasi memadai dapat menyebabkan masalah kesehatan baru, misalnya dosis berlebihan, durasi tidak tepat, kejadian efek samping, interaksi obat/penyalahgunaan obat, dan sebagainya.

Dalam penggunaan antibiotika yang tidak tepat dan berlebihan, malah dapat meningkatkan kejadian antimicrobial resistance (AMR) atau resistensi bakteri terhadap antibiotika. Bila hal ini berlanjut terus akan sangat berbahaya, dimana bila terjadi infeksi bakteri namun tidak ada antibiotika yang dapat membunuh bakterinya karena sudah resisten.

Untuk mengatasi semua permasalahan tersebut, perlu dilakukan edukasi terhadap masyarakat. Pada tanggal 13 November 2015 yang lalu, bertepatan dengan peringatan Hari Kesehatan Nasional, Menteri Kesehatan telah mencanangkan Gerakan Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat (GeMaCerMat). Gerakan ini merupakan upaya bersama antara pemerintah dan masyarakat melalui rangkaian kegiatan dalam rangka mewujudkan kepedulian, kesadaran, pemahaman dan keterampilan masyarakat dalam menggunakan obat secara tepat dan benar.

Kali ini Sosialisasi GeMaCerMat dilaksanakan di Provinsi Bengkulu, dengan Kabupaten Kepahiang yang terpilih sebagai Kabupaten percontohan. Sasaran kegiatan adalah kelompok masyarakat dan kader Posyandu dengan melibatkan organisasi profesi, terutama Ikatan Apoteker Indonesia dan lembaga pemerintah maupun stake holder terkait lainnya.

Pada kesempatan ini hadir juga, anggota DPR Komisi IX yaitu Elva Hartati; Kepala Dinkes Kabupaten Kepahiang dan beberapa kepala dinkes kabupaten di Bengkulu; Kepala Dinkes Provinsi Bengkulu; dan juga Bupati Kepahiang yang sekaligus juga membuka secara resmi acara Sosialisasi GeMa CerMat ini.

Antusiasme peserta yang mengikuti acara ini tampak dari aktifnya diskusi kelompok dan simulasi konsultasi obat yang dilaksanakan. Para kader kesehatan yang mengikuti acara ini tampak menguasai berbagai hal yang harus diketahui dan dipahami dalam memahami informasi akan obat, menggunakan obat sesuai aturan yang benar, serta cara menyimpan maupun membuang obat dengan benar. Hal ini tentunya sangat penting mengingat mereka bertugas untuk menyebarkan informasi ini kepada masyarakat. Para Apoteker yang terpilih sebagai agent of change (AoC) pun tampak aktif memberikan edukasi.

Diharapkan dari kegiatan ini, akan terwujud masyarakat Kabupaten Kepahiang yang cerdas menggunakan obat.